Oke sekarang tak terasa sudah tingkat dua, kumis pun
keliatan udah bertebaran sampai bulu telinga (engga deng canda)
Jadi gini, saya dengan kesempatan
yang ada akhirnya mengambil mata kuliah sc dari fema. Mata kuliahnya pergantar
ilmu konsumen. Nah itu ilmu tentang teknik makan-makan gitu deh, cara gmn bisa
klo beli makan tapi bukan diabisin sama orang lain | engga deng canda.-.
Singkat cerita, dosennya ngasih tugas gitu deh bla bla bla.... Nah tugasnya
apa? Yap! Nge-blog!
Oke singkat cerita lagi isi postnya
itu ringkasan kuliah. Oke cekidotttt dibawah~
Perilaku konsumen secara sederhana
ialah studi tentang unit pembelian dan proses-proses pertukaran yang terjadi
dalam mengkonsumsi suatau barang atau jasa. Baik sebelum dan sesudah
mengkonsumsi suatu barang atau jasa. “Sebelum” itu meliputi mencari, menawar,
dan membandingkan dengan barang yang lain. “Sesudah” meliputi memanfaatkan,
kegunaan, dan kepuasan yang terkait barang yang sudah dikonsumsi. Sebenarnya
ilmu perilaku konsumen itu tidak terlepas dari aktivitas kehidupan kita
sehari-hari. Studi cakupan utama pun tidak terlepas dari Apa yang kita beli?; Berapa
banyak yang kita beli?; Mengapa kita membeli?; Kapan kita membeli?; Dimana kita
membeli?
Secara tujuan ilmu yang kita
pelajari ini membahas pula agar kita menjadi konsumen yang cerdas, perilaku dalam
mengkonsumsi dan sebagainya. Muncul
trend ini juga merupakan bahasan yang dipelajari dalam ilmu perilaku konsumen.
Seperti muncul trend selfie, tongsis atau tongkat narsis, k-pop dan
sebagainya. Sehingga suatu barang akan menjadi booming atau memiliki nilai jual yang tinggi akibat trand yang
sedang terjadi.
Trend ini juga tidak terlepas dari
era globalisasi yang sedang menyelimuti bumi ini. Semakin mudahnya akses oarang
untuk berpergian, mengkonsusmsi surat kabar, mendapatkan berita-berita yang
cepat dari tempat yang nan jauhnya seperti aksesi internet menjadi penyebab
trend yang terjadi di sekitar kita.
Globalisasi menyebabkan persamaan behavior orang-orang atau consumer. Efeknya pun dapat kita lihat
sehari-hari seperti batas budaya dan geografis berkurang perilaku konsumen,
perilaku konsumen semakin seragam, dan memakai pakaian dan aksesoris yang sama.
Apa efek dari globalisasi ini dan trend yang terjadi? Perhatikan saja jika
saudara pergi ke luar negri seperti Korea.
Kita tahu beberapa tahun ini negara Indonesia sedang trend masalah k-pop, film korea, dan segalanya yang
berbau korea. Hal tersebut menyebabkan negara Korea memiliki daya tarik turis
yang cukup tinggi khususnya dari turis Indonesia.
Kedatangan turis Indonesia yang
cukup tinggi ini membuat produsen makanan di pinggir jalan-jalan negara Korea banyak melabelkan
restoran-restoran mereka bersertifikat halal. Hal ini dalam rangka menarik
konsumer-konsumer Indonesia yang mayoritasnya beragama islam. Apalagi dalam masalah
makanan yang notabanenya adalah kebutuhan primer alias kebutuhan kenyang ketika
lapar. Secara tidak langsung para produsen membentuk mind set para calon konsumer mereka. Sebenarnya Orang indonesia
lebih heboh masalah agama dalam hal makanan ketimbang culture agama masing-masing. Oke sekian dari saya yaah, selamat
makan semuaaaa (?)
End. End